Semua makhluk hidup pasti punya pengalaman, positif maupun negatif.
Charles Swindoll mengajarkan sebuah rumusan menarik dalam hidup, peristiwa + reaksi = hasil yang diperoleh. Peristiwa adalah sebuah kejadian yang terjadi dalam hidup, tidak dapat kita kendalikan, reaksi adalah respon kita terhadap peristiwa itu, penggabungan keduanya adalah hasil yang akan kita peroleh nantinya.
“Experience is the best teacher”.
Memang kehidupan ini adalah ujian / cobaan / tes kenaikan tingkat.
Yakinlah bahwa rahmat Allah akan senantiasa menaungi orang-orang yang bertakwa. Dan satu hal yang terpenting, janganlah menyibukkan diri dengan mencela dan menghina, akan tetapi renungilah, sudahkah kita membenahi diri untuk mempersiapkan akhir terindah dalam kehidupan kita untuk bersiap menjemput kepastian takdir yang akan datang dari-Nya?
Tidak berputus-asa terhadap rahmat Allah.
Surat Az-Zumar Ayat 53
۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'," (QS. Az-Zumar [39]: 53).
Surat Az-Zumar ayat 53 merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang terjerumus dalam kemaksiatan, termasuk kekafiran atau dosa besar lainnya. Dalam ayat ini, Allah mengabarkan bahwa pintu taubat terbuka lebar bagi golongan tersebut.
Contoh kisah
Betapa banyak kisah-kisah orang terdahulu yang menjadi pelaku maksiat terlebih dulu sebelum menjadi seorang yang mulia? Tidakkah kita ingat Amirul Mukminin Umar bin Khatab adalah seorang yang bengis dan memusuhi Islam sebelum akhirnya Allah angkat derajatnya menjadi sahabat yang sangat mulia? Bukankah sebelumnya Khalid bin Al Walid merupakan musuh nomor satu Islam namun kemudian Allah berikan hidayah hingga akhir hayatnya wafat bersama kemuliaan?
Saudaraku, setiap orang pastilah punya masa lalu yang kelam dan pernah melakukan kemaksiatan. Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun betapa beruntung kita sebagai seorang muslim. Islam tak pernah memandang masa lalu. Islam lebih memandang yang akhir daripada yang awal. Tak perlu risau seburuk apapun diri kita di waktu lampau. Tak perlu gundah tatkala kita teringat akan kemaksiatan yang pernah kita lakukan. Cukuplah gunakan masa lalu sebagai pelajaran dan sejarah hidup yang tak perlu disesali. Tidak ada kata penyesalan dalam kamus seorang muslim, yang ada adalah taubat dan pembelajaran.
Selain itu, kodrat manusia sendiri adalah sosok yang rentan berbuat salah, dosa, dan maksiat. Allah SWT memberi harapan, cita-cita, dan kepercayaan bahwa kesempatan taubat amat luas. Jikapun dosa itu seperti buih di lautan, ampunan Allah lebih besar daripada borok dan kesalahan hamba-Nya.
ستي شمسية
Senin, 18 April 2022.
03:49 WIB
Rorotan, Cilincing. Jakarta utara 14140.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar